Month: March 2021

Lagu lawas masih sangat layak untuk didengar. Penikmat lagu tersebut bukan hanya dari generasi lawas saja. Generasi muda juga banyak yang mendengarkan lagu-lagu tersebut. Seperti contoh pada penyanyi Desy Ratnasari, vina Panduwinata, Iwan Fals dan masih banyak lainnya para penyanyi lagu lawas. Bahkan kalian juga bisa mendengarkan lagu tersebut untuk kalian nostalgia atau untuk menemani kalian mengerjakan tugas-tugas di kantor, kampus dan sebagainya. Kalian juga bisa mendengar lagu situs tangkasnet tersebut menjelang tidur dan juga sedang rintik rintik hujan.

Lagu lawas Indonesia memiliki penikmatnya sendiri. Termasuk orang tua kita yang tumbuh di tahun 70an dan 80an. Pada medio tahun ini, lagu Indonesia mencapai puncak terbaiknya, dengan sentuhan musik disko, city pop dan keroncong, lagu Indonesia era 70an-80an memiliki sentuhan khas. Penyanyi seperti Chrisye, Dian Piesesha, Pance Pondaag, Vina Panduwinata dan banyak nama lainnya merajai tangga lagu pada masa itu. Beberapa penyanyi tersebut yang masih hidup hingga saat ini, secara otomatis menjadi legenda hidup kejayaan musik Indonesia. Selain penyanyi, terdapat juga beberapa Band yang memiliki lagu yang legendaris, Band seperti Koes Plus dan God Bless dianggap sebagai Band legendaris di Indonesia yang sukses dengan lagu-lagunya. Lagu lawas Indonesia sangat cocok didengarkan untuk bernostalgia.

 

Lagu Lawas Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

Banyak lagu lawas Indonesia yang enak didengar dan sukses di pasaran. Namun, artikel kali ini akan mengulas beberapa lagu lawas Indonesia terbaik sepanjang masa yang hingga saat ini masih sering dinyanyikan dan didengarkan oleh masyarakat Indonesia. Berikut diantaranya.

 

Desy Ratnasari – Tenda Biru

Lagu Tenda Biru dinyanyikan Desy Ratnasari pada tahun 1996. Tenda Biru merupakan single di album ketiga pemain film itu. Lagu itu membuat nama Desy Ratnasari semakin terkenal di jagad hiburan. Padahal selama ini Desy terkenal sebagai pemain film. Sudah banyak film yang sudah dibintangi artis cantik itu.

Desy Ratnasari - Tenda biru - Video Dailymotion

Lagu Tenda Biru bahkan disebut-sebut viral lagi sekitar tahun 2016. Dalam video klip Tenda Biru disebutkan, Desy melakukan Mannequin Challenge yang lagi ngehits. Kini Desy Ratnasari lebih fokus di politik. Dia menjadi anggota DPR dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

 

Nike Ardilla – Bintang Kehidupan

Lagu Bintang Kehidupan dinyanyikan Nike Ardilla pada tahun 1989. Lagu ini meraih sukses di pasar musik Indonesia dan Asia Tenggara. Bahkan album di lagu ini mendapatkan penghargaan dari BASF Awards 1990 sebagai The Best Selling Rock Album. Nike juga diganjar penghargaan The Winner Of New Singers Contest pada ajang Asian Song Festival 1991 di Shanghai China. Dia membawakan lagu Star Of Life (Bintang Kehidupan) versi bahasa Inggris.

Chord dan Lirik Lagu Bintang Kehidupan, Nike Ardilla

Nike Ardilla telah meninggal dunia pada tanggal 19 Maret 1995. Penyanyi asal Sukabumi ini meninggal karena kecelakaan mobil. Meski demikian karyanya masih tetap abadi.

 

Vina Panduwinata – Surat Cinta

Lirik dan Chord Lagu Surat Cinta - Vina Panduwinata

Lagu lawas pop Indonesia berikutnya yakni Surat Cinta yang dinyanyikan oleh Vina Panduwinata. Lagu ini merupakan lagu lawas tahun 1980-an. Surat Cinta mengisahkan tentang sepasang kekasih yang melepas rindu melalui surat. Zaman dulu, belum ada teknologi seperti whatsapp dan media sosial lainnya.

 

Dian Piesesha – Tak Ingin Sendiri

Lagu lawas Indonesia terbaik sepanjang masa yang pertama diulas berasal dari penyayi senior Indonesia yang bernama Dian Piesesha. Melalui lagunya yang berjudul Tak Ingin Sendiri, Dian Piesesha dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Dian Piesesha — Tak Ingin Sendiri - YouTube

Sebelum mengeluarkan lagu Tak Ingin Sendiri yang keluar pada tahun 1982, Dian Piesesha telah mengeluarkan album pada tahun 1980, bekerja sama dengan label Surya Emas Records. Walaupun album tersebut sukses namun belum cukup mendongkrak nama Dian Piesesha. Baru ketika lagu Tak Ingin Sendiri rilis pada tahun 1982, nama Dian Piesesha dikenal secara luas di Indonesia, dan lagunya pun menuai sukses di pasaran.

 

Pance Pondang – Kucari Jalan Terbaik

Nama Pance Pondaag sangat disegani oleh musisi Indonesia, hal tersebut karena talentanya yang dapat menelurkan penyanyi-penyanyi berkualitas dengan lagu ciptaannya. Penyanyi seperti Dian Piesesha, Hetty Koes Endang dan bahkan Meriam Bellina menuai kesuksesan setelah mendapatkan sentuhan dari Pance Pondaag.

Chord dan Lirik Lagu Mulanya Biasa Saja - Pance F Pondaag: Malam malam Begini - Tribun Manado

Alih-alih dikenal sebagai pencipta lagu dan pengarah vokal, Pance Pondaag juga seorang penyanyi Indonesia yang terkenal pada era 80an. Lagunya yang berjudul Kucari Jalan Terbaik merupakan lagu lawas Indonesia 80an yang bisa dikatakan viral pada saat itu.

 

Iwan Fals ft Rafika Duri – Kemesraan

Jangan kira Iwan Fals hanya mampu membuat dan menyanyikan lagu yang mengandung unsur kritik politik dan sosial saja. Hal tersebut dibuktikan sendiri oleh Iwan Fals melalui lagu yang berjudul Kemesraan yang berduet dengan penyanyi Rafika Duri.

Iwan Fals: Luar Biasa Ahok Ini, Baru Diusulin Aja Udah Geger Lagi... Halaman all - Kompas.com

Lagu-lagu Iwan Fals memang sangat terkenal dan bahkan menjadi lagu lawas Indonesia era 80an yang terbaik, karena muatan kritiknya terhadap pemerintahan Orde Baru. Bahkan lagu Iwan Fals yang mengandung kritik masih sangat relevan dinyanyikan saat ini oleh para aktivis. Iwan Fals menunjukan bahwa dirinya tidak garang sepenuhnya, melalui lagu Kemesraan, Iwan Fals berubah menjadi seorang penyanyi yang romantis dengan suara khasnya yang hangat. Lagu ini merupakan salah satu yang terbaik dari lagu lawas Indonesia era 80an.

 

Ebiet G. Ade – Kupu-kupu Kertas

Setiap lagu dari Ebiet G. Ade selalu mengandung makna yang dalam dan selalu dapat menyihir para penikmat lagunya. Perenungan yang dalam selalu dilakukan secara otomatis ketika mendengar lagu dari Ebiet G. Ade.

Chord Lagu Kupu-kupu Kertas oleh Ebiet G. Ade. - Halaman all - Tribun Solo

Syair dan lirik dari lagu Ebiet G. Ade lebih seperti puisi yang memiliki makna dalam dan menggunakan kalimat-kalimat metafora. Termasuk dalam lagu Kupu-Kupu Kertas. Lagu Kupu-Kupu Kertas merupakan lagu terbaik dari Ebiet G. Ade. Lagu ini menggambarkan sebuah kupu-kupu kertas yang terbang indah. Ebiet G. Ade mengajak para pendengarnya untuk menikmati keindahan, baik apapun itu. Keindahan sekecil apapun pantas untuk disyukuri.

 

Chirsye – Juwita

Jika bicara lagu lawas terbaik Indonesia, semua juga akan setuju dan sepakat jika semua lagu dari Chrisye merupakan lagu lawas terbaik yang dimiliki Indonesia. Hampir setiap lagunya selalu menjadi hits, dengan suara yang lembut dan khasnya, lagu Chrisye dapat menyentuh sanubari pendengarnya.

Tren City Pop, Ini Chord dan Lirik Lagu 'Juwita' Milik Chrisye - Sonora.id

Juwita hanyalah satu dari sekian banyak lagu hits Chrisye. Lagu ini merupakan lagu cinta dari seorang pria kepada kekasihnya. Wujud kekaguman si pria kepada kekasihnya diwujudkan dengan lirik yang hampir seluruhnya mengandung pujian. Ada yang ingin mendengar lagu Chrisye ini atau lainnya? 

 

Broery Marantika – Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Setiap dari kita pasti setidaknya mengenal nama Broery Marantika, bahkan generasi Z sekalipun pasti setidaknya pernah mendengar nama Broery Marantika. Hal tersebut karena beliau merupakan salah satu penyanyi legendaris Indonesia.

Lirik Lagu Jangan Ada Dusta di Antara Kita oleh Broery Marantika feat Dewi Yull - Ringtimes Banyuwangi

Salah satu lagunya yang terkenal adalah lagu Jangan Ada Dusta di Antara Kita. Broery Marantika sendiri tidak kalah terkenal dengan Chrisye, namun usia karirnya tidak sepanjang Chrisye yang masih produktif bernyanyi dan membuat lagu hingga akhirnya ajal menjemput. Lagu ini menceritakan tentang sebuah hubungan yang tercederai dengan adanya sebuah kebohongan. Pesan moral dari lagu ini jelas, jangan sekali-kali menodai komitmen sebuah hubungan dengan sebuah dusta yang tidak perlu.

Masa-masa tahun 90-an itu memang tidak ada matinya. Di saat anak-anak sekarang sudah menghafal dan senang menyanyikan lagu cinta dan lagu-lagunya orang dewasa, generasi 90-an pernah sangat bahagia dan juga sangat terhibur dengan lagu-lagu yang sederhana dan juga mendidik sangat pas untuk anak-anak yang tidak ada unsur dewasa pada gau tersebut. Dengan lirik lagu yang sangat mudah untuk diingat, lagu lagu di era 90-an mengenalkan kita akan aneka macam makhluk yang ada di bumi, mengingatkan kita juga rasa syukur, hingga kegiatan sehari-hari yang kita jalankan sangat bahagia. Era 90-an semua sesuai dengan usia masing masing, kalau kalian lihat zaman sekarang semua sudah sama rata. Lagu yang seharusnya anak-anak dengar sekarang ini sudah lagu dewasa tentang cinta-cinta bahkan penyanyi cilik sekarang saja sudah kebanyakan yang menyanyikan lagu cinta ketimbang lagu anak-anak sesuai dengan usia mereka.

Dari lagu anak-anak itu juga yang mengajarkan kita kalau bahagia itu sederhana. Apakah kalian percaya akan hal itu? Kalian bisa coba mendengar lagu anak-anak era 90-an. Berikut ini diantaranya.

 

Joshua Suherman – Air

Anak 90-an sudah pasti mengetahui lagu ini dan pasti kebanyakan orang yang tau judul lagu dari Air ini adalah Diobok-obok karena opening lagu tersebut atau ikon lagu tersebut adalah ‘Diobo-obo air nya diobo-obo, ada Ikannya kecil-kecil pada mabo’..

7 Lagu Anak Generasi 90-an | dimasprakoso.com

Diatas merupakan penggalan dari lagu yang sangat terkenal dikalangan anak-anak 90-an, lagu ini dibawakan oleh artis cilik yang bernama Joshua Suherman. Lirik lagu yang sangat kocak ini yang mudah untuk dihafal oleh anak-anak era 90-an, dan sudah pasti masih sangat menempel hingga sekarang dibenak kalian anak-anak era 90-an.

 

Trio Kwek-Kwek – Katanya

Kalau jaman sekarang penyanyi yang memiliki beberapa penyanyi akan disebut boyband atau girlband, tetapi pada era 90-an ini disebut dengan tro yang berisikan anak-anak. Trio Kwek-Kwek pasti anak-anak era 90-an mengetahui penyanyi cilik yang satu ini, dan ikon dari lagu ini itu adalah ‘katanya’ yang akan diulang berkali-kali seperti ‘katanya katanya’.

Indonesia Negeriku Orangnya Lucu Lucu Meme

Penyanyi cilik ini beranggotakan Leony, Dhea Ananda dan juga ada satu cowo yaitu Alfandy sempat menjadi grup penyanyi cilik yang paling populer pada era 90-an. Ada banyak sekali lagu anak-anak yang dinyanyikan oleh Trio Kwek-Kwek dan yang menjadi hits dan juga terkenal lagu yang salah satunya yang berceritakan tentang nama-nama negara serta memiliki ciri khas nya sendiri.

 

Tasya – Libur Telah Tiba

Sudah pasti anak-anak era 90-an akan menyanyikan lagu ini ketika waktu libur sekolah telah tiba karena lirik lagu ini sangat cocok untuk menggambarkan kegembiraan anak-anak mengenai libur yang tiba. Lirik lagu tersebut berbunyi ‘libur telah tiba, libur telah tiba, hore..hore..hore.. Simpanlah tas dan bukumu..’ lagu tersebut ciptaan A.T Mahmud ini jadi sangat terkenal karena dinyanyikan oleh Tasya Kamila, yang sekarang sudah menjadi sosok ibu. Lagu libur telah tiba ini seakan menjadi sangat hits pada saat memasuki masa liburan sekolah.

Tasya - Libur Telah Tiba (Video Clip) - YouTube

Musik yang ada pada lagu tersebut sangat ceria dan juga lirik yang ada pada lagu tersebut sangat sederhana namun sangat mengena untuk anak-anak. Lagu ini sampai saat ini masih di ingat oleh banyak orang. Selain lagu Libur Telah Tiba masih banyak lagi lagu Tasya Kamila yang tidak kalah hits nya seperti Aku Anak Gembala, Jangan Takut Gelap, dan juga barisan musik.

 

Saskia & Geofanny – Menabung

Apa Kabar Artis Cilik Saskia “Menabung” Sekarang?

Lagu yang membuat siapa saja ingin menabung pada masa kecil kali ini dinyanyikan oleh Saskia dan Geofanny ini menjadi lagu yang memicu anak-anak kecil dulu menabung. Dari penggalan lirik lagu yang ada sudah pasti akan membuat kalian teringat lagu ini ‘bing beng bang, yok kita bank, bang bing bung, yok kita nabung’ lagu ini hasil karya Titiek Puspa ini yang membuat nama Saskia dan Geofanny menjadi terkenal sebagai penyanyi cilik. Selain musiknya yang terdengar sangat menyenangkan lirik yang digunakan juga sangat bagus karena mengajarkan kita para anak anak untuk menabung di bank, lagu dan liriknya pun sangat sederhana dan memiliki irama yang menyenangkan sehingga sangat mudah untuk dihafal oleh anak-anak.

 

Susan & Ria Enes – Susan Punya Cita-cita

Lagu selanjutnya yang tidak kalah epik adalah lagu yang dinyanyikan oleh boneka Susan dan Ria Enes. karena sangat menarik inilah yang menjadi perbincangan pada era tersebut, boneka yang ikut bernyanyi juga sangat lucu sehingga anak-anak sangat menyukai hal tersebut.

Kumpulan Anak 90an on Twitter: "Susan Susan Susan, besok gede mau jadi apa?  Aku kepingin pinter biar jadi dokter. Kangen sama Susan dan Kak Ria :')  http://t.co/Wdtxeinl2Z"

Penggalan lirik lagu tersebut adalah ‘susan susan susan, besok gede mau jadi apa. Aku kepingin pinter biar jadi dokter’ Ria yang menanyakan cita cita susan yang menjawab disini sebenarnya Ria menyanyi sendiri tetapi menggunakan dua karakter sehingga anak-anak sangat menyukai lagu tersebut. Boneka kecil bernama Susan dan Kak Ria Enes merupakan duet terkenal buat anak-anak di era 90-an. Bersama Susan, boneka yang ceriwis dan sering membanyol itu, Ria Enes telah merilis banyak lagu anak-anak yang laris manis di pasaran.

 

Dhea Ananda – Baju Baru

Lagu ini sangat terkenal pada era 90-an pada saat hari raya telah tiba karena lirik yang digunakan juga seperti ‘baju baru alhamdulilah dipakai dihari raya, tak punya pun tak apa-apa, masih banyak baju yang lama’ hal inilah yang membuat pendengarnya lebih sabar kalau tidak ada baju baru.

baju Baru Alhamdulillah

Lagu yang satu ini memiliki moral yang kuat, yang mengajarkan anak-anak untuk lebih bersyukur lagi.

 

Tina Toon – Bolo-bolo

Papa T Bob Meninggal, Ini 7 Lagu Anak Ciptaannya yang Populer | Halaman 2

Begitu ingat Tina Toon, langsung terbayang gerakan lehernya yang khas, wajahnya yang chubby, dan suaranya yang bagus. Kalau tidak dinyanyikan oleh Tina Toon, mungkin lagu Bolo-bolo tidak bakal sepopuler dulu ya. Kira kira sekarang Tina Toon seperti apa ya?

 

Mila Meilany – Abang Tukang Bakso

Lagu yang memiliki lirik ‘abang tukang bakso mari-mari sini saya mau beli, satu mangkok saja 200 perak yang banyak baksonya’ sudah pasti anak-anak di era 90-an akan menyanyikan lagu ini ketika ingin membeli bakso. Inilah lagu favorit para penikmat bakso di Indonesia. Dari judulnya aja kamu udah tahu kan lagu ini bercerita tentang apa? By the way, harga baso dulu murah banget, kalau tidak salah cuma 200 perak. Kalau sekarang uang segitu kayaknya cuma cukup buat beli kuahnya aja deh atau sudah tidak cukup untuk apa-apa.

Bagaimana kalian anak dari era 90-an apakah sudah bisa merasakan nostalgia akibat lagu tersebut dan segera ingin menyanyikan lagi, atau bahkan sudah lupa dengan lagu-lagu tersebut? sudah pasti tidak akan lupa lah ya karena lagu lagu tersebut sangat ikonik pada era tersebut.

 

Jika sekarang usia kalian sudah diatas 25 tahun, mungkin saja kalian pernah rela untuk menyisihkan uang jajan kalian untuk membeli beberapa lembar kertas dari stasiun radio. Di kertas itu, akan ada tulis lagu kesukaanmu, lagu kesukaannya, atau bisa juga lagu yang ingin kalian dengar bersama teman-teman kalian.

Kalian akan menulis dengan bersemangat kepada siapa lagu itu akan kalian persembahkan. Kalian juga akan tambahkan beberapa kalimat dan salam dalam surat surat itu.

Saat jam nya telah tiba, kalian akan langsung nyalakan radio atau kalian sudah tunggu dari beberapa menit sebelum lagu nya diputar. Kalian akan tunggu penyiar membacakan pesan yang kalian kirimkan dan memutarkan lagu yang kalian minta. Kalian akan ikut tertawa jika si penyiar melucu atau pada saat membacakan pesan dan salam dari orang yang mungkin saja kalian kenal.

Kadang-kadang, kalian akan iseng ingin menelepon untuk meminta lagu yang kalian suka untuk minta diputar, atau hanya sekedar untuk menjawab pertanyaan kuis yang ada di siaran situs slot mpo tersebut. Kalau kalian menang, kalian harus datang ke stasiun radio dan mengambil hadiah yang kalian menangkan. Sukur-sukur kalau kalian bisa bertemu dengan penyiar kesayangan kalian.

Kemudian era internet mulai hadir. Kalian sudah mulai bisa mengakses lagu-lagu yang ada di internet, kalian juga bisa mengunduhnya secara cuma-cuma, dan bisa mendengarnya kapan saja sesuka hati kalian. Hadir juga era media sosial. Kalian sudah tidak lagi butuh radio untuk kalian kirim salam sebab diera sekarang itu sudah sangat mudah untuk kalian menyapa teman atau gebetan kalian lewat Facebook, lalu Twitter, lalu Instagram, lalu Snapchat, dan banyak lagi media sosial yang bisa kalian gunakan untuk sekedar salam.

Lewat media sosial itu pula kalian bisa mendapatkan informasi yang terbaru yang pastinya lebih cepat dibandingkan berita yang ada di TV, kalian bisa melihat berita soal bencana, kemacetan, pencurian, dan informasi lainnya yang sangat mudah kalian dapatkan dari internet. Mulai itu dari yang dekat dengan kota tempat kalian tinggal hingga yang terjadi di belahan dunia. Pelan-pelan, kalian sudah mulai tidak punya waktu lagi untuk mendengarkan radio.

Jika kalian ingin mendengar program-program yang tertentu, kalian bisa mendengarkan podcast yang ada di internet, kapanpun dan dimanapun kalian berada kalian bisa mengaksesnya. Tidak perlu khawatir lagi kalian akan ketinggalan jadwal program seperti ketika kalian dulu mendengarkan radio. Kalian juga bisa memilih tema sesuka hati kalian apa yang ingin kalian dengarkan.

Radio yang sekarang itu semakin jarang kalian dengarkan itu, ternyata, masih terus bertahan hingga sekarang, meski jalannya semakin berat. Sebab, ada banyak pendengarnya, termasuk kalian, yang perlahan berpaling ke aplikasi-aplikasi lain itu dan tidak lagi mendengarkan radio.

Radio yang ada di Surabaya, misalnya, yang dulu menyajikan musik dan berita, dan sempat memiliki angka pendengar sekitar satu juta sebelum tahun 2008. Kini, jumlahnya sangat merosot ke angka 400-an ribu pendengar.

Radio dulu pernah menjadi teknologi yang paling canggih pada masanya. Namun, ketika teknologi itu mulai berkembang, perhatian masyarakat yang ada kini mulai terbagi.

Sejarah Radio

Pada saat tahun 1996-an, ketika saat itu televisi swasta sudah mulai muncul, bisnis yang ada di radio sedikit mengalami guncangan. Di Rembang, Radio R2B yang pada saat itu baru berusia dua tahun mulai ketar-ketir sebab para pengiklan yang ada mulai lari ke televisi.

Untuk membuktikan bahwa dulu iklan yang sudah disiarkan oleh R2B memberikan sebuah dampak langsung kepada para pengiklan nya, ada pihak manajemen radio yang bahkan mengerahkan para penyiar nya untuk ke lapangan yaitu untuk ke pusat keramaian yang ada, lalu penyiar membawa pengeras suara, dan juga mulai mempromosikan radio sekaligus untuk menjual produk milik pengiklan.

Para penyiar radio itu juga pergi ke toko-toko untuk mempromosikan radio mereka dan juga produk milik pengiklan lainnya, ke pasar-pasar, memperkenalkan produk apa yang dari pengiklan. Jika tidak begitu, mereka bisa saja kehilangan pemasukan pada radio mereka.

Meskipun sangat tersendat-sendat, Onny Abi Wahono, salah satu pendiri dari R2B di Rembang, sudah bisa membangun kerajaan radio.

Membuat Portal Berita

Citra Dyah Prastuti, ia adalah seorang pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio, mengamini kesulitan yang pada saat itu dihadapi oleh industri radio. Ceruk akan semakin sempit, kue iklan pun sudah semakin sedikit. Untuk secara bisnis, KBR ini hanyalah pembuat konten. Ia tidak mempunyai saluran radio di AM ataupun FM. Namun, ia ini sudah punya sekitar 600 radio rekaman yang ada di seluruh penjuru Indonesia.

Citra tidak ingat persis tahunnya kapan, tapi diperkirakan sekitar tahun 2000-an awal, KBR pernah menerapkan sebuah sistem yang berlangganan. Jadi, radio-radio yang ada di berbagai daerah yang ada di Indonesia bisa mendapatkan konten berita yang dari KBR seperti koran-koran yang ada di media online yang sudah berlangganan ke berita ke Antara. Tapi, mekanisme ini tidak berjalan dengan baik, tidak sampai 10 tahun, sistem untuk berlangganan tidak bisa lagi dijalankan lagi.

Alasannya, karena radio-radio lokal sudah kesulitan dengan keuangan. Mereka tidak mampu untuk bayar.

Sekarang, semua yang ada di layanan berita itu akan diberikan secara gratis kepada radio rekanan. Kalau radio rekanan akan mendapatkan iklan pada saat menyiarkan konten yang ada di KBR mengudara, dan hasilnya akan dibagi dua.

 

Penetrasi Radio Masih Tinggi

Pada tahun 2016, Nielsen pernah merilis sebuah laporan yang berjudul Radio Masih Memiliki Tempat di Hati Pendengarnya. Nielsen Radio Audience Measurement mencatat meskipun internet telah tumbuh secara pesat pada kuartal ini, tidak berarti jangkauan untuk para pendengar radio menjadi rendah. Pada kuartal yang ketiga pada tahun 2016, penetrasi radio masih sekitar 38 persen, sedikit berada di bawah internet pada angka 40 persen.

Angka penetrasi ini akan menunjukkan bahwa radio masih didengarkan oleh sekitar 20 juta publik yang ada di Indonesia. Para pendengar menghabiskan waktu untuk mendengarkan radio rata-rata sekitar 139 menit per harinya.

Hingga di akhir tahun 2016, penetrasi radio berada pada angka sekitar 37,6 persen. Angka penetrasi itu sudah diperoleh Nielsen dari hasil survei ada sekitar 11 kota, yakni Bandung, Banjarmasin, Denpasar, Jakarta, Makassar, Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, Surakarta, dan Yogyakarta.

Sepanjang tahun 2016 hingga tahun 2018, penetrasi radio mulai turun perlahan dari yang 37,6 persen menjadi 34,3 persen pada tahun 2018. Namun, data dari hasil survei yang ada di Nielsen pada tahun 2019 menunjukkan ada kenaikan persentase sekitar menjadi 36,3 persen.

Diane Kemp, profesor pada bidang Broadcasting yang dari Birmingham City University, Inggris, memperkirakan bahwa radio ini tidak akan mati karena adanya kemunculan podcast. Keduanya akan tumbuh bersama sebab karakteristiknya itu sangat berbeda.